CIANJURPOST.COM- Sebanyak 73 calon jemaah haji asal Kabupaten Cianjur mulai berdatangan ke Mapolres Cianjur pada Sabtu (16/5/2026) untuk menjalani persiapan keberangkatan menuju embarkasi Bekasi.
Suasana Aula Bhayangkara Mapolres Cianjur tampak disulap menjadi tempat penginapan sementara bagi para tamu Allah. Para jemaah akan diberangkatkan secara resmi pada Minggu dini hari (17/5/2026) usai pelaksanaan salat subuh.
Kapolres Cianjur AKBP A. Alexander Yurikho Hadi mengatakan, penggunaan fasilitas Mapolres Cianjur untuk pelayanan jemaah haji merupakan bentuk sinergitas antara kepolisian, Kementerian Agama, Kemenhaj, dan Pemerintah Kabupaten Cianjur.
“Alhamdulillah tahun ini keberangkatan tamu Allah jemaah haji Kabupaten Cianjur yang berjumlah 73 orang menggunakan fasilitas Mako Polres Cianjur. Ini bagian dari sinergisitas dan kolaborasi antara Polres Cianjur dengan seluruh unsur yang ada di Cianjur,” ujarnya.
Alexander menyebut, pihaknya ingin memberikan pelayanan terbaik bagi para calon jemaah haji, termasuk menyediakan tempat istirahat yang nyaman hingga fasilitas kesehatan mobile.
“Kami sulap Aula Bhayangkara menjadi tempat penginapan bagi tamu Allah yang insyaallah kami muliakan dan kami anggap sebagai orang tua kami sendiri. Termasuk makan, minum, hingga fasilitas kesehatan mobile juga kami siapkan,” katanya.
Ia menjelaskan, keberangkatan jemaah nantinya akan dikawal penuh menuju embarkasi di Bekasi guna memastikan perjalanan berjalan aman dan lancar.
“Besok dini hari setelah salat subuh akan ada acara seremonial pelepasan dan kami akan mengawal penuh keberangkatan menuju embarkasi Bekasi,” ucapnya.

Selain penginapan, Polres Cianjur juga menerapkan pembatasan bagi pengantar demi menjaga ketertiban dan keamanan selama proses pemberangkatan berlangsung.
“Pengantar kami batasi empat orang dengan satu kendaraan untuk menghindari kesemrawutan maupun tindak kriminal seperti copet yang pernah terjadi pada pemberangkatan sebelumnya,” jelasnya.
Kapolres menambahkan, jemaah tertua pada kloter tersebut berusia 91 tahun, sementara yang termuda berusia 52 tahun. Untuk jemaah lanjut usia maupun yang membutuhkan perlakuan khusus, pihaknya menyiapkan pendampingan khusus dari personel kepolisian.
“Satu jemaah satu personel, terutama bagi yang menggunakan kursi roda atau membutuhkan perhatian khusus. Kami bantu mulai dari mengangkat koper, menunjukkan tempat istirahat hingga pendampingan saat naik bus,” katanya.
Sementara itu, salah seorang calon jemaah haji, Bapak Ujang Ridwan Saepudin, mengaku bersyukur akhirnya dapat berangkat ke Tanah Suci setelah menunggu selama 12 tahun.
“Alhamdulillah persiapan sudah siap dan diberikan kesehatan. Fasilitas yang disediakan juga nyaman. Menunggu keberangkatan ini selama 12 tahun. Harapannya jadi haji mabrur,” singkatnya.(GE)

