CIANJURPOST.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Cianjur terus menggenjot kegiatan konsolidasi demokrasi di tengah masyarakat, meskipun saat ini berada di luar masa tahapan pemilu.
Anggota Bawaslu Kabupaten Cianjur sekaligus Koordinator Divisi (Kordiv) Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Indra Suryadharma, mengatakan konsolidasi demokrasi menjadi salah satu upaya untuk memperkuat nilai-nilai serta tata kelola demokrasi agar semakin matang, stabil, dan berintegritas.
Menurut Indra, kegiatan tersebut secara rutin dilaksanakan dengan intensitas minimal empat kali dalam satu minggu. Sasaran kegiatan mencakup berbagai elemen masyarakat, akademisi, komunitas, serta kelompok lainnya.
“Minimal seminggu empat kali kami melaksanakan konsolidasi demokrasi kepada masyarakat. Ini tetap kami lakukan meskipun di luar tahapan pemilu,” ujar Indra.
Ia menjelaskan, konsolidasi demokrasi tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemilu, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan secara partisipatif.
“Masyarakat jangan hanya terlibat ketika hari pemungutan suara. Pengawasan terhadap proses demokrasi harus menjadi bagian dari kesadaran bersama,” katanya.
Selain meningkatkan pengawasan partisipatif, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kelembagaan, soliditas, serta profesionalisme jajaran pengawas pemilu dari tingkat pusat hingga daerah.
Bawaslu juga terus mendorong edukasi dan budaya politik di tengah masyarakat melalui peningkatan kesadaran hukum, literasi politik, serta pemahaman mengenai pentingnya pengawasan pemilu yang substantif.
Di sisi lain, konsolidasi demokrasi juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengawasan pada pemilu sebelumnya. Berbagai catatan dan pengalaman tersebut menjadi bahan untuk melakukan perbaikan regulasi maupun tata kelola penyelenggaraan pemilu pada masa mendatang.
Indra menegaskan, menjaga demokrasi merupakan tanggung jawab bersama dan tidak berhenti ketika tahapan pemilu selesai. Nilai-nilai keadilan, transparansi, serta integritas politik harus tetap dirawat secara berkelanjutan.
“Walaupun sedang dalam masa jeda atau non-tahapan pemilu, kegiatan seperti ini tetap harus dilaksanakan. Demokrasi harus terus dirawat, bukan hanya ketika tahapan pemilu berlangsung,” pungkasnya.

