Infrastruktur News Umum
Home » Berita » Banjir dan Longsor Terjang Cibeber Cianjur, Belasan Rumah Terendam, Infrastruktur Rusak dan Warga Dievakuasi

Banjir dan Longsor Terjang Cibeber Cianjur, Belasan Rumah Terendam, Infrastruktur Rusak dan Warga Dievakuasi

CIANJURPOST.COM – Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor melanda wilayah Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, pada Minggu (3/5/2026) malam. Peristiwa tersebut dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan itu sejak pukul 18.30 WIB hingga 19.30 WIB, sehingga menyebabkan debit air Sungai Cikondang meningkat drastis dan akhirnya meluap.

Kapolsek Cibeber, Kompol Tio, menjelaskan bahwa banjir mulai terjadi sekitar pukul 21.30 WIB dan berdampak pada sejumlah wilayah di dua desa, yakni Desa Cihaur dan Desa Cikondang.

“Curah hujan yang tinggi mengakibatkan debit air Sungai Cikondang meluap bahkan menjebol tanggul penahan, sehingga air masuk ke permukiman warga dan area persawahan,” ujar Kompol Tio saat dikonfirmasi.

Di Kampung Kaum Kidul RT 001/006, Desa Cihaur, tercatat sebanyak 13 rumah warga terendam banjir. Ketinggian air di beberapa titik mencapai sekitar satu meter, disertai material lumpur yang terbawa arus hingga masuk ke dalam rumah warga. Kondisi serupa juga terjadi di Kampung Songgom Kidul, Desa Cikondang, yang berada di belakang Puskesmas Cibeber.
Selain itu, luapan air Sungai Cikondang juga dilaporkan terjadi di Kampung Irigasi dan Kampung Pasir Ibrahim, Desa Cikondang. Di lokasi tersebut, air bahkan meluap hingga mencapai jembatan, sehingga mengganggu aktivitas warga dan akses transportasi.
Bencana tidak hanya berupa banjir, tanah longsor juga terjadi di Kampung Pasir Santri RT 001/004, Desa Sukamanah. Akibat kejadian ini, satu keluarga terpaksa mengungsi demi keselamatan. Sementara itu, di Kampung Songgom Kidul, tiga rumah sempat terisolasi akibat genangan banjir yang mengelilingi area tersebut.

selengkapnya  Métodos efectivos para incrementar tus probabilidades en páginas de apuestas deportivas usando análisis estadístico

“Sebanyak tiga rumah dengan sembilan jiwa yang berada di tengah area persawahan sempat terjebak banjir, sehingga kami bersama tim gabungan segera melakukan evakuasi untuk memastikan keselamatan warga,” kata Kompol Tio.

Pemadam Kebakaran Cianjur Evakuasi Warga Terjebak Banjir, Satu Rumah Rusak di Kampung Songgom

Kerusakan infrastruktur turut terjadi akibat bencana ini. Jalan penghubung antara Kampung Songgom dan Kampung Pasir Sireum di Desa Cikondang mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 20 meter dengan lebar sekitar 2 meter. Selain itu, tanggul Sungai Cikondang yang terbuat dari bronjong dilaporkan jebol, memperparah aliran air ke permukiman dan lahan pertanian.

Dampak lainnya, sekitar 40 hektare areal persawahan yang berada di antara Kampung Songgom hingga Cihaur terendam banjir. Tidak hanya tergenang air, lahan pertanian tersebut juga dipenuhi material lumpur dan sampah yang terbawa arus, sehingga berpotensi mengganggu produktivitas pertanian warga.
Meski menyebabkan kerusakan cukup luas dan kerugian materiil, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Aparat dan petugas gabungan bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi terdampak.

selengkapnya  Petugas Evakuasi Pohon Tumbang,Jalur Kendaraan Puncak Ciloto Sempat Tertutup

“Langkah yang kami lakukan di antaranya menerima laporan, mengecek lokasi kejadian, mendata korban, memeriksa saksi, serta membantu proses pembersihan material banjir di rumah warga. Kami juga melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak,” jelas Kompol Tio.

Penanganan bencana ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya jajaran Polsek Cibeber, BPBD Kabupaten Cianjur, Dinas Pemadam Kebakaran, PMI, Satpol PP Kecamatan Cibeber, pemerintah desa setempat, serta relawan tanggap bencana.

Pemda Cianjur Tinjau Lokasi Banjir di Desa Jamali, Salurkan Bantuan dan Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Kompol Tio menambahkan bahwa selain curah hujan tinggi, pendangkalan Sungai Cikondang menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi banjir di wilayah tersebut. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Kami mengimbau warga agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi yang tinggal di bantaran sungai maupun daerah rawan longsor,” pungkasnya.(GE)