CIANJURPOST.COM-A. Alexander Yurikho Hadi Kapolres Cianjur turun langsung meninjau lokasi banjir yang melanda Kampung Cibolang, Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, pada Jumat (1/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus memastikan proses penanganan berjalan optimal bagi warga terdampak.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan warga untuk mengetahui kondisi mereka pasca banjir. Ia menyampaikan bahwa penanganan bencana ini merupakan hasil kerja sama lintas instansi, melibatkan berbagai unsur mulai dari TNI, aparat kecamatan, pemadam kebakaran (damkar), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Palang Merah Indonesia (PMI), hingga relawan dan masyarakat setempat.
“Yang hadir di sini bukan hanya dari Polres, tetapi juga dari TNI, kecamatan, damkar, Tagana, PMI, dan unsur lainnya. Semua bergerak bersama untuk membantu masyarakat,” ujar Kapolres di lokasi.
Selain itu, jajaran kepolisian turut ambil bagian dalam kegiatan pembersihan sisa material banjir yang menggenangi permukiman warga. Lumpur dan sampah yang terbawa arus air dibersihkan secara gotong royong guna mempercepat pemulihan lingkungan.

Sebagai bentuk bantuan darurat, pihak kepolisian juga menyalurkan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak, di antaranya mie instan, air minum, serta beras. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang saat ini masih dalam masa pemulihan.
Kapolres juga memberikan apresiasi kepada Kepala Desa Jamali yang dinilai sigap dalam menangani situasi darurat. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas inisiatif cepat dalam mendirikan dapur umum sementara untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Kades yang sudah cepat membuat dapur sementara. Ini sangat membantu warga di tengah kondisi seperti ini,” tambahnya.
Berdasarkan data sementara, sekitar 35 kepala keluarga terdampak banjir yang terjadi akibat meluapnya aliran Sungai Cibolang. Air yang naik secara tiba-tiba menyebabkan permukiman warga terendam dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Meski kondisi air mulai berangsur surut, warga masih dihadapkan pada dampak lanjutan seperti kerusakan rumah, fasilitas, serta kebutuhan logistik yang harus segera dipenuhi. Oleh karena itu, penanganan pasca-banjir menjadi fokus utama seluruh pihak yang terlibat.
Untuk langkah ke depan, Kapolres menegaskan akan melakukan koordinasi lebih lanjut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur. Hal ini bertujuan untuk merumuskan solusi jangka panjang, termasuk upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Ke depan, kami akan berkoordinasi dengan Forkopimda untuk langkah-langkah jangka panjang, termasuk mitigasi bencana agar kejadian seperti ini bisa diminimalisir,” tegasnya.
Kehadiran Kapolres beserta jajaran di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan semangat bagi warga untuk bangkit kembali setelah bencana. Sinergi antarinstansi dan partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi dan mengatasi dampak bencana alam di wilayah tersebut.(GE)

