Inspirasi Umum
Home » Berita » Ngureuk Belut, Tradisi Ngabuburit Warga Kampung Karangsari di Kabupaten Cianjur

Ngureuk Belut, Tradisi Ngabuburit Warga Kampung Karangsari di Kabupaten Cianjur

CIANJURPOST.COM – Mancing atau ngureuk belut menjadi salah satu tradisi ngabuburit yang masih dilestarikan warga Kampung Karangsari, Desa Sindang Asih, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur. Kegiatan tersebut rutin dilakukan masyarakat setempat setiap bulan suci Ramadan sebagai cara mengisi waktu menjelang berbuka puasa.

Salah seorang warga, Ikhsan, mengatakan bahwa ngureuk belut sudah menjadi kebiasaan turun-temurun yang dilakukan warga ketika memasuki bulan Ramadan. Selain sebagai aktivitas untuk menunggu waktu berbuka, kegiatan tersebut juga memberikan manfaat tambahan bagi keluarga.

Menurut Isan, kegiatan ngureuk biasanya dilakukan di area persawahan yang berlumpur, tempat belut banyak ditemukan. Dengan peralatan sederhana dan keterampilan yang dimiliki, warga menyusuri pematang sawah untuk mencari lubang-lubang tempat persembunyian belut.

“Ngureuk belut ini sudah menjadi tradisi setiap Ramadan. Selain untuk ngabuburit, hasilnya bisa dimasak untuk menu berbuka puasa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil tangkapan belut kerap diolah menjadi berbagai hidangan, seperti digoreng atau dimasak pedas sesuai selera keluarga. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya bernilai hiburan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan lauk saat berbuka.

Lonjakan Arus Kendaraan H+3, Perbatasan Puncak Capai 32.401 Unit

Tradisi ngureuk belut juga menjadi momen kebersamaan bagi warga. Tidak jarang anak-anak hingga orang dewasa ikut serta dalam kegiatan tersebut. Suasana kebersamaan dan canda tawa di tengah sawah menambah semarak suasana Ramadan di kampung tersebut.

selengkapnya  The online casino industry continues to experience rapid innovation, driven by advancements in techn

Warga berharap tradisi ini dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari kearifan lokal yang mempererat hubungan sosial antarwarga. Selain menjaga kebersamaan, kegiatan tersebut dinilai mampu menumbuhkan semangat gotong royong serta kecintaan terhadap lingkungan sekitar.

Dengan tetap menjaga kelestarian alam dan tidak merusak lahan persawahan, tradisi ngureuk belut diharapkan dapat terus berlangsung dan menjadi ciri khas ngabuburit masyarakat Kampung Karangsari setiap bulan Ramadan.( GE )