CIANJURPOST.COM — Pemerintah Desa Sukamulya, kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur menggelar Rembuk Stunting Desa sebagai upaya memperkuat komitmen dan sinergi lintas sektor dalam pencegahan serta penanganan stunting di tingkat desa, Rabu (11/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pemerintah Desa, Camat Karangtengah, Pendamping Desa, PPL Posyandu, Bidan Desa, Pos KB, PKK, serta Kader Posyandu.
Rembuk stunting menjadi forum penting untuk membahas data, mengidentifikasi akar permasalahan, serta merumuskan langkah dan rencana aksi konvergensi pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa. Hasil rembuk tersebut nantinya menjadi salah satu dasar dalam penyusunan program kesehatan yang dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes).
Sekretaris Desa, Adriansyah, mengatakan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan dan kerja sama dari seluruh unsur yang ada di desa.
“Rembuk stunting ini menjadi momentum bagi kita semua untuk menyatukan komitmen dan langkah dalam mencegah serta menangani stunting. Pemerintah desa tidak bisa bekerja sendiri, sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, pendamping desa, PKK, serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Adriansyah.
Menurutnya, pembahasan dalam rembuk tidak hanya berfokus pada data kasus stunting, tetapi juga bagaimana menemukan akar persoalan dan menentukan langkah nyata yang dapat dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat desa.
Adriansyah berharap hasil dari rembuk stunting dapat menghasilkan program yang tepat sasaran dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesehatan serta tumbuh kembang anak.
“Harapan kami, melalui kegiatan ini terbangun komitmen yang kuat dan sinergi terpadu. Dengan kerja sama semua pihak, kita ingin angka stunting dapat terus ditekan sehingga anak-anak di desa dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” tambahnya.
Rembuk Stunting Desa diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pemantauan tumbuh kembang sejak dini.
Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci dalam mewujudkan generasi desa yang sehat dan berkualitas sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia di tingkat desa.

