CIANJURPOST.COM – Puluhan hektare sawah yang memasuki masa panen di Desa Sindangsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami gagal panen akibat kemarau panjang yang menyebabkan pasokan air irigasi terhenti. Akibatnya, sebagian tanaman padi mati mengering, sementara sebagian lainnya masih bisa dipanen namun hasilnya jauh dari harapan.
Salah satu wilayah yang terdampak berada di lahan milik Kelompok Tani Sukamulya, Desa Sindangsari. Dari total lahan garapan seluas 20 hektare yang dikelola 42 anggota kelompok tani, seluruhnya terdampak kekeringan.

Ketua Kelompok Tani Sukamulya, Idan Didan, mengatakan sekitar 10 hektare sawah masih dapat dipanen, tetapi produksinya menurun karena kekurangan air. Sementara 5 hektare hanya menghasilkan panen sekitar separuh dari kondisi normal, dan 5 hektare lainnya mengalami puso atau gagal panen total karena tanaman padi mati sebelum menghasilkan bulir.
”Sebanyak 10 hektare masih bisa dipanen, tetapi hasilnya tidak maksimal. Lima hektare hanya panen separuh, sedangkan lima hektare lainnya gagal total karena padi mengering dan tidak mengeluarkan bulir,” ujarnya.
Menurut Idan, para petani telah berupaya menyelamatkan tanaman dengan memanfaatkan air dari sumur artesis menggunakan pompa. Namun, debit air yang tersedia tidak mampu memenuhi kebutuhan lahan pertanian yang luas sehingga sawah tetap mengalami kekeringan.
Ia menjelaskan, minimnya pasokan air terjadi karena aliran irigasi teknis tidak lagi menjangkau wilayah hilir. Air lebih banyak habis digunakan oleh petani di daerah hulu, sehingga lahan sawah di Desa Sindangsari tidak mendapatkan pasokan yang cukup.
Akibat kondisi tersebut, Kelompok Tani Sukamulya diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp105 juta. Selain itu, sawah milik kelompok tani di Kampung Cikirenjo, Desa Sindangsari, juga dilaporkan mengalami kondisi serupa dengan tanaman padi yang mengering akibat kekurangan air.
”Kerugian di kelompok tani kami diperkirakan mencapai sekitar Rp105 juta. Informasinya, sawah di Kampung Cikirenjo juga banyak yang terdampak kekeringan,” katanya.
Meski Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) rutin melakukan pemantauan dan pendampingan, kondisi cuaca yang terus kering membuat upaya penyelamatan tanaman belum membuahkan hasil.
Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menambah pasokan air irigasi atau memberikan bantuan kepada petani yang mengalami gagal panen, mengingat kemarau yang berkepanjangan telah mengancam produksi padi dan pendapatan mereka.( GE )

