Cahaya di Antara Dua Seragam
CIANJURPOST.COM – Suasana di sepanjang Jalan KH Abdullah bin Nuh, tepat di seberang Mako Polres Cianjur, Minggu (1/3/2026). Di tengah lalu lintas yang masih berdenyut, ada suasana berbeda yang terasa hangat.
Beberapa personel Polres Cianjur berdiri berdampingan dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Seragam cokelat dan almamater kampus berpadu tanpa sekat. Di tangan mereka, bungkusan takjil sederhana yang akan menjadi pelepas dahaga bagi para pengendara yang melintas menjelang azan magrib.
Satu per satu pengendara berhenti. Senyum disambut senyum. Ucapan terima kasih bersahut pelan. Di persimpangan jalan itu, Ramadan menghadirkan maknanya yang paling sederhana: berbagi.
Kapolres Cianjur, AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, hadir langsung di tengah kegiatan. Ia tidak sekadar menyaksikan, tetapi turut menyapa dan menyerahkan takjil kepada masyarakat.
“Jadi kegiatan sore hari ini adalah kegiatan kita yang kita niatkan untuk mengisi hari di bulan suci Ramadan pada saat masyarakat menjelang akan berbuka puasa,” tuturnya.
Baginya, pembagian takjil bukan sekadar rutinitas tahunan. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian ikhtiar menghidupkan Ramadan dengan kebaikan dan kebersamaan. Takjil yang dibagikan pun berasal dari unsur civitas akademika—sebuah simbol bahwa kepedulian tumbuh dari berbagai elemen masyarakat.
Mahasiswa yang hadir tidak hanya membantu membagikan takjil, tetapi juga menjadi bagian dari harmoni sore itu. Tidak ada jarak. Tidak ada sekat. Yang ada hanyalah niat yang sama: menghadirkan manfaat bagi sesama.
“Diawali tadi dengan pembagian takjil yang berasal dari unsur elemen kalangan civitas akademika. Tadi kita melaksanakan buka puasa bersama, insyaallah setelah ini kita akan banyak melakukan kegiatan ibadah yang lain,” ujarnya.
Usai pembagian takjil, kegiatan berlanjut dengan tausiyah singkat dan buka puasa bersama. Di bawah langit yang mulai temaram, doa-doa dipanjatkan, menyatu dengan harapan akan kedamaian dan keberkahan.
Kapolres pun menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi antara aparat penegak hukum dan kalangan mahasiswa. Sebuah jembatan komunikasi yang dibangun bukan hanya dengan kata, tetapi dengan kebersamaan.
“Alhamdulillah di Cianjur situasinya kondusif, terlepas dari apa yang diperjuangkan oleh adik-adik, tetap kami akomodir dan insyaallah tetap akan kami layani,” ucapnya.
Di antara deru kendaraan dan cahaya lampu jalan yang mulai menyala, sore itu menyisakan pesan sederhan,ketika niat baik dipertemukan, perbedaan melebur menjadi kekuatan. Dan di Cianjur, Ramadan kembali mengajarkan arti kebersamaan.
( GE )

