Hukum Kesehatan News
Home » Berita » Emak-Emak di Cianjur Geruduk Rumah Kosong Diduga Jadi Tempat Transaksi Narkoba

Emak-Emak di Cianjur Geruduk Rumah Kosong Diduga Jadi Tempat Transaksi Narkoba

CIANJURPOST.COM – Puluhan emak-emak warga Kampung Raksabala, Desa Ramasari, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggeruduk sebuah rumah kosong yang diduga kerap dijadikan tempat transaksi narkotika dan obat-obatan terlarang, Jumat, 8 Mei 2026.

Aksi warga yang didominasi kaum ibu itu dilakukan sebagai bentuk protes lantaran resah dengan aktivitas mencurigakan yang disebut-sebut telah berlangsung cukup lama di lingkungan mereka.

Dalam aksi tersebut, warga membakar sejumlah fasilitas seperti meja dan kursi yang berada di dalam rumah kosong itu. Bangunan tersebut juga disegel menggunakan kertas bertuliskan penolakan terhadap peredaran narkoba.

Perwakilan warga, Apud, mengatakan aksi spontan itu dipicu karena masyarakat sudah kehilangan kesabaran terhadap dugaan aktivitas peredaran obat-obatan terlarang di lokasi tersebut.

“Ini diduga ada penjualan obat-obat terlarang. Warga RW 02 sudah sangat resah karena tempat ini diduga jadi lokasi perkumpulan dan transaksi narkoba,” ujar Apud.

Sindikat Pencurian Motor di Cianjur Dibongkar, Polisi Sita 34 Kendaraan dan Amankan Enam Pelaku

Saat aksi berlangsung, warga beberapa kali meneriakkan seruan “Basmi Narkoba” sambil bertepuk tangan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan penolakan narkoba di wilayah mereka.

selengkapnya  Seluruh kerugian dalam insiden truk tangki BBM yang terbakar,Pertamina tanggung jawab

Menurut Apud, rumah kosong tersebut diduga dijadikan kedok untuk aktivitas ilegal. Bahkan, meja dan kursi yang dibakar disebut sering digunakan sebagai tempat berkumpul dan transaksi.

“Rumah ini diduga dijadikan kedok. Bangku dan kursi itu tempat tongkrongan mereka,” katanya.
Ia menegaskan warga akan kembali bergerak apabila aktivitas serupa masih ditemukan di wilayah tersebut.

“Kalau nanti masih ada transaksi lagi, warga tentu akan bergerak lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua RW setempat, Enung Kartini, mengatakan keresahan warga semakin memuncak karena khawatir para remaja dan pemuda di kampung tersebut ikut terjerumus mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Menurutnya, para orang tua takut generasi muda rusak akibat maraknya dugaan peredaran narkoba di lingkungan mereka.

Remaja 16 Tahun di Cianjur Tewas Diduga Dibunuh Ayah Tiri, Polisi Ungkap Dugaan Kekerasan dalam Rumah Tangga

“Kami khawatir anak-anak muda ikut membeli dan terpengaruh. Karena itu warga langsung bergerak memprotes,” katanya.

Enung meminta pihak kepolisian dan pemerintah daerah segera menindaklanjuti dugaan peredaran narkoba tersebut agar wilayah Haurwangi terbebas dari obat-obatan terlarang.

selengkapnya  Penemuan Mayat Wanita di Waduk Cirata Diduga Korban Laka Tunggal Cipanas-Puncak

“Kepada pihak pemerintah dan kepolisian mohon ditindaklanjuti terkait dugaan peredaran narkoba di wilayah Haurwangi Cianjur, karena itu merusak mental generasi muda,” pungkasnya.(GE)