CIANJURPOST.COM – Empat warga di Kabupaten Cianjur dilaporkan meninggal dunia dan satu orang lainnya dalam kondisi kritis, diduga setelah mengonsumsi minuman keras (miras) oplosan.
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Cikalongkulon dan Mande pada Rabu hingga Kamis , 25-26 Maret 2026.
Kasat Resnarkoba Polres Cianjur, AKP Tatang Sunarya, membenarkan adanya laporan kematian tersebut. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban.
“Benar ada warga Cikalongkulon dan Mande yang meninggal dunia pada Rabu dan Kamis. Kami masih melakukan penyelidikan apakah korban meninggal akibat minuman keras, penyakit, atau sebab lainnya,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Berdasarkan data sementara, total korban meninggal dunia berjumlah empat orang, sementara satu korban lainnya saat ini masih dirawat dalam kondisi kritis di RSUD Cianjur.
“Informasi sementara ada empat orang meninggal dunia dan satu kritis. Namun kami masih dalami apakah ini akibat miras atau faktor lain,” katanya.
Dari hasil keterangan keluarga, sejumlah korban disebut memiliki riwayat penyakit seperti gangguan lambung dan jantung. Hal itu turut menjadi bahan pertimbangan dalam proses penyelidikan.
Polisi juga telah melakukan pengecekan lokasi yang diduga menjadi tempat para korban berkumpul, yakni di sekitar sebuah minimarket di wilayah Kecamatan Mande. Namun, dari hasil rekaman CCTV tidak ditemukan adanya indikasi aktivitas pesta minuman keras di lokasi tersebut.
“Dari hasil pengecekan CCTV di sekitar Alfamart Mande, tidak terlihat adanya aktivitas korban sedang mengonsumsi miras. Namun penyelidikan tetap kami lanjutkan,” ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan saksi dan keluarga, para korban diduga mengonsumsi minuman pada malam Selasa, 23 Maret 2026. Meski demikian, polisi masih mendalami kebenaran informasi tersebut.
Di sisi lain, warga sekitar Cucu mengaku resah dengan aktivitas sekelompok orang yang kerap mengonsumsi minuman oplosan di area tersebut. Bahkan, aktivitas tersebut disebut sudah berlangsung cukup lama.
“Sering ada yang mabuk di sini, kadang sore atau malam. Minumannya katanya dicampur, awalnya putih lalu jadi kuning,” ungkapnya.
Warga juga menyebut para pelaku kerap berkumpul di area parkir minimarket, bahkan selama bulan Ramadan. Meski sudah beberapa kali ditegur, aktivitas tersebut tetap berulang dan meresahkan lingkungan, terutama karena disaksikan anak-anak.
Hingga saat ini, polisi masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap penyebab pasti kematian para korban. Korban yang masih dirawat pun belum dapat dimintai keterangan karena masih dalam kondisi tidak sadar.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi minuman keras oplosan yang berpotensi membahayakan nyawa serta segera melaporkan jika menemukan aktivitas serupa di lingkungan masing-masing.(GE)

